Be Yourself
welcome to beyourself

please join or register Smile
questions, criticisms or suggestions please contact

email or faceebok
sai: tarikhwisangsoko@yahoo.com
sora: sora_naegino17@yahoo.com
Be Yourself

The Key To Success
 
PortalHomeCalendarSearchMemberlistFAQUsergroupsRegisterLog in
Log in
Username:
Password:
Log in automatically: 
:: I forgot my password
Like/Tweet/+1
Latest topics
» meneruskan kata kata berikut ver 3.0 + 2
by sai Wed Sep 04, 2013 8:21 pm

» halo saya baru disini
by Ninunz SHawol Tue Aug 27, 2013 9:17 pm

» Perkenalan
by Ninunz SHawol Tue Aug 27, 2013 9:17 pm

» Salam Kenal
by Ninunz SHawol Tue Aug 27, 2013 9:16 pm

» Analisa Telapak Tangan (ilmu bekam)
by sai Fri Jun 15, 2012 1:09 pm

» One Direction - What Makes You Beautiful Lyrics
by sai Mon Jun 11, 2012 8:26 pm

» tips pertama kali pergi keluar negri
by sai Tue Jun 05, 2012 7:31 pm

» Atashi nonamae ...
by sai Sun Jun 03, 2012 3:51 pm

» internet lambat di Indonesia? itu khas nya
by sai Thu May 03, 2012 1:57 pm

» 7 tips untuk menghindari radiasi ponsel
by sai Thu May 03, 2012 1:54 pm


Share | 
 

 SEPENGGAL NOVELKU 4 TAHUN LALU (jadi maklum kalo jelek, nggak niat direvisi)

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
ryuma
member
member
avatar

Jumlah posting : 108
Reputation : 3
Join date : 2011-11-25
Age : 25
Lokasi : dunia bertahta kata

PostSubject: SEPENGGAL NOVELKU 4 TAHUN LALU (jadi maklum kalo jelek, nggak niat direvisi)   Fri Nov 25, 2011 10:15 pm

“Jadi, inikah negara yang bernama Indonesia itu?”, kataku pada saat turun dari helikopter pribadiku. “Ini adalah sebuah kota bernama Palembang, Tuan Ryuma”, kata seorang pelayan kepadaku. “Sekarang, antar aku menuju rumahku”, kataku. Akhirnya aku menaiki sebuah mobil berwarna silver menuju sebuah rumah besar yang baru saja selesai dibangun dan letaknya sangat jauh dari pusat kota. “Bagus, tidak ada rumah yang berada didekat sini sejauh mata memandang”, kataku ketika turun dari mobil. Aku pun berjalan masuk ke dalam taman indah dengan seni arsitektur Yunani Kuno dan Romawi Kuno. “Seperti taman gantung kerajaan Babylonia”, kataku.

Aku pun berhenti di depan pintu yang sangat besar berwarna coklat sambil membaca tulisan besar di atasnya. “Ryuma Atwight”, kataku. Itulah namaku. Aku berasal dari keluarga Atwight, keluarga terkaya di Jepang yang memiliki saham terbesar di berbagai perusahaan di Eropa. “Tuan, selamat datang di Indonesia, tanah kelahiran ibu Vernica Atwight”, kata beberapa pelayan yang membukakan pintu untukku. Ibuku adalah perempuan cantik keturunan Belanda yang lahir di Indonesia. Ia menjadi dokter setelah menyelesaikan studinya di Manchester (Inggris) dan Wina (Austria). Sedangkan ayahku adalah laki-laki berdarah Asia Tengah yang lahir di Indonesia. Tetapi sejak berumur 5 tahun, ia melakukan pendidikan di Jepang. Tapi mereka berdua telah meninggal beberapa bulan yang lalu sejak aku memutuskan menjauh dari kesibukan kota Tokyo dan ingin menetap di Palembang, tempat kelahiran ibuku..

Ibuku memiliki sebuah kekuatan yang terwariskan pada diriku. Untuk itu, aku ingin mengetahui rahasia kutukan yang ada pada diriku. Aku bingung harus menyebutnya hal aneh apa yang ku miliki ini. Kekuatan yang tidak dimiliki orang lain ataukah kutukan yang mendidikku menjadi seorang manusia tanpa teman? Pertanyaan itu selalu hadir dalam benakku..

Aku sebenarnya tidak ingin bersekolah dan bergaul dengan orang lain, tapi hal ini harus ku lakukan karena janjiku kepada kedua orang tuaku. Janji bodoh yang tak pernah ku lupakan. Untuk menjadi seorang analist yang akan menuntaskan semua misteri di seluruh dunia!!

SMA Negeri 11 Palembang. Kalimat itulah yang ku baca saat aku berdiri di hadapan gerbang sekolah besar berwarna biru. Sekolah yang sekarang popularitasnya meningkat karena kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut. Aku pun masuk menuju halaman indah yang di-kelilingi banyak pepohonan. Lalu aku menuju kantor dan menghadap seorang guru sejarah sekaligus merangkap sebagai wakil kesiswaan di sekolah tersebut.

Lagi-lagi kekuatanku muncul. Aku dapat membaca pikiran orang yang berkacamata tebal itu. Dia meragukan nilai raporku sebelumnya di Jepang yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Aku pun berkata: “Aku bersedia jika Anda meragukan kemampuanku.” Dia pun menatapku seraya berkata: “Isilah biodata ini.” Aku pun mengambil kertas itu dan mulai mengisinya. Setelah melihat biodata tersebut, ia berkata: “pergilah ke kelas XI IPA 3.”

Aku pun berjalan menuju kelas yang berada di depan halaman rumput dengan pohon bambu ditengah-tengahnya. Aku pun mengetuk pintu dan mengucapkan salam. “Masuklah Nak.” kata seorang guru perempuan dengan rambut yang dikuncit. Ternyata guru itu wali kelas tersebut. Ia bernama Elia Herawati dan mengajar fisika. Itu telah ku ketahui setelah ku membaca pikiran-pikiran semua pelajar di dalam kelas tersebut.

Itulah kelebihanku. Aku dapat membaca semua pikiran semua orang di sekelilingku tanpa ku kehendaki. Awalnya aku merasa sangat terganggu dengan semua itu. Aku bahkan dijauhi semua orang saat mereka mengetahui keanehanku itu saat aku masih tinggal di Jepang. Tapi setelah lebih dari 10 tahun, aku akhirnya terbiasa dengan kutukan ini. Semua pikiran mereka dapat ku dengar dengan jelas. Bahkan ku bisa membedakan apa yang mereka ucapkan dan apa yang mereka pikirkan.

“Ini teman baru kita, pelajar yang dulunya bersekolah di SMA Seigaku Tokyo”, kata Ibu guru yang berpenampilan muda itu. “Teman-teman, dia ninja yang berasal dari desa Konoha”, kata seorang pelajar kepada teman-temannya. Serentak semua anak di dalam kelas itu tertawa. Tanpa sadar, aku pun tersenyum. Mungkinkah aku merindukan keceriaan dari seorang teman? Pertanyaan itu muncul di benakku. “Diamlah Andar!” Ibu Elia menyuruh ketua ekskul basket itu diam dengan nada marah. “Ayo Nak, perkenalkan namamu dan semua tentangmu kepada teman-teman barumu”, kata Ibu Elia dengan lembut.
“Namaku Ryuma Atwight”, kataku. “Wah..bukan berasal dari keluarga Uchiha ya?” ejek seorang murid dengan tubuh gendut yang duduk di sebelah Andar. Lagi-lagi ruangan itu dipenuhi dengan suara penuh tawa yang menyesakkan. Lalu aku pun bohong dengan nada mengejek, “Di Jepang, Naruto sudah tamat lho?”. “Wah..gimana cerita kelanjutan ceritanya?” tanya seorang anak yang sangat menyukai olahraga futsal. “Pergi aja ke Jepang”, kataku. Semua anak di kelas ter-sebut menertawakannya. Aku pun ikut tertawa bersama mereka.

“Cukup, Andar!” tegur Bu Elia kepada Andar yang tertawanya paling besar. “Lanjutkan perkenalanmu, Ryuma”, kata Bu Elia dengan nada kesal. “Sepertinya, sudah cukup”, kataku polos. Aku mengetahui pikiran Bu Elia yang kebingungan dan rasa ingin tahu tentang keluarga-ku. “Kedua orangtuaku telah meninggal. Sejak saat itu aku memutuskan kembali ke Indonesia”, kataku dengan suara samar.
Ibu Elia terkejut sambil berkata, “Wah..kebetulan sekali karena Bu Elia baru saja ingin bertanya tentang latar belakang keluargamu. Tapi sekali lagi Ibu minta maaf karena telah menyinggung masalah ini.” Aku pun disuruh duduk di bangku kosong di sudut belakang didekat jendela yang dapat langsung melihat halaman tengah sekolah tua ter-sebut...

“Bagaimana dengan hari pertama bersekolah di sini, Tuan?” tanya supir pribadiku. “Membosankan”, kataku. Mendengar ucapanku, supir tersebut sedih. “Tapi sedikit menyenangkan”, kataku. Terlihat senyum di wajah lelaki yang memiliki dua orang anak perempuan tersebut. “Mulai besok, aku tidak mau diantar-jemput. Aku ingin membawa mobil ini sendiri karena aku tidak mau ada yang mengetahui siapa se-benarnya diriku, karena itulah aku memilih bersekolah di sekolah yang berkualitas biasa saja karena aku tidak mau orang lain menyadari nama Atwight di belakang namaku ini. Aku harus menjadi seorang anak laki-laki biasa”, kataku dengan tegas. “Baik, Tuan”, katanya gugup. “Tenang saja, aku bukan ingin memecatmu. Tetapi aku ingin me-mindahkanmu menjadi petugas pengamat monitor penghubung ke ber-bagai perusahaan luar negeri”, kataku sambil tersenyum. “Terima kasih banyak, Tuan. Aku tidak dapat menyembunyikan perasaan gembiraku di hadapan Tuan. Karena Tuan selalu mengetahui apa yang aku pikir-kan”, jawabnya dengan nada terharu...

“Apa ?? Ujian blok !” teriak seseorang pelajar anak kelas XI IPA 2. “Bagaimana jika kita meminta soalnya dari anak XI IPA 3 yang melakukan ujian blok matematika pada jam pertama?” pinta pelajar lain. Ketika aku memasuki kelas, ku lihat seorang anak perempuan cantik dikerumuni oleh banyak orang. Sudah ku kira, dia juara umum kelas XI di sekolah ini. Namanya Acelia. Nama yang cukup singkat untuk jalan pikirannya yang kritis.

“Ryuma ! Kau pergi ke sini membawa mobil sendiri ya ?” tanya Joe, seorang teman yang duduk di depan ku. “Seperti yang kau lihat”, jawabku. “Kamu sudah belajar belum ?” tanyanya. “Oh..ulangan blok matematika yang dibicarakan anak-anak bodoh tadi ya?” kataku. “Jadi, kamu baru mengetahuinya sekarang ? Wah, aku saja yang mati-matian belajar hanya sekali nilaiku di atas standard”, katanya panjang lebar. “Sesulit itukah soal dari Ibu Naili ?” kataku sambil sedikit tersenyum dan melirik kepada Acelia, seorang perempuan berjilbab yang sedang serius membaca buku...

“Jadi, kau anak baru itu ?” tanya Ibu Naili dengan nada meremeh-kan. “Walaupun sekolahmu itu dulu terfavorit di Tokyo, tapi absenmu sangatlah buruk”, katanya kepadaku. “Komentarnya nanti saja, setelah ulangan selesai”, kataku sambil melanjutkan soal dengan materi pelajaran tingkat luar negeri. “Pantas saja banyak orang mengeluh, Ibu ini tidak mau dikalahkan sama muridnya. Tapi, lihat saja nanti”, pikirku.
25 menit setelah bel masuk, aku pun mengumpulkan lembar jawabanku. “Selesai Bu !” teriakku dengan sombong. Sambil berjalan, aku melihat Acelia yang terheran-heran melihatku dapat menyelesaikan soal-soal tersebut dengan cepat. “Aku yakin jawabanmu tidak ada yang benar”, kata Ibu Naili. “Benarkah ?” sindirku. “Cepat keluar, jangan mengganggu murid yang lain”, katanya sambil mengambil lembar jawabanku. Aku pun keluar kelas menuju kantin.

“Huh..dia lupa menulis namanya”, kata Ibu Naili dengan nada kesal sambil memeriksa jawabanku. Dengan nada terkejut, Ibu Naili bertanya, “Siapa namanya ?!”. “Ryuma Atwight, Bu !” teriak murid di kelas tersebut. “Baru kali ini ada yang mendapatkan nilai sempurna dalam waktu yang begitu cepat”, katanya. “Wah..sepertinya Acelia punya saingan baru tuh”, ejek Andar.

Kelas pun disesakkan oleh tawa para murid. “Diam !!”, teriak Bu Naili. “30 menit dari sekarang, semua lembar jawaban harus segera dikumpul !!”, ancam Bu Naili. Acelia pun menatap lembar jawabannya dengan kesal yang masih menyisakan 3 soal lagi yang belum ia jawab. “Padahal baru kali ini aku menyelesaikan soal-soal ini dengan begitu cepat, tapi dia membuat semuanya tidak berarti. Aku tak ingin kalah !!” kata Acelia...

“Selesai, Bu !!”, kata Acelia dengan penuh semangat. Wanita yang lahir di tengah-tengah keluarga berpendidikan itu berjalan menuju meja guru dengan taplak meja berwarna ungu dengan motif bunga. “Baru 5 menit setelah Ryuma selesai menyelesaikan soal, sekarang giliranmu. Jangan kalah oleh dia ya ??”, kata Bu Naili dengan lembut. “Dasar anak kesayangan Bu Naili. Dia tidak pernah kena marah”, bisik seorang murid kepada temannya...

“Oh..itu dia Ryuma”, kata Acelia saat melihatku duduk bersandar di pohon besar di dekat kantin. “Ryuma !!”, teriaknya. Suaranya begitu besar sehingga aku pun dapat mendengar suaranya dengan jelas meski-pun aku sedang mendengarkan MP4 kesayanganku. “Wah..kau hebat. Namaku Acelia. Salam kenal”, sapanya. Aku diam seolah tidak me-nyadari kedatangannya. “Bagaimana jika kita membahas soal ulangan tadi ?” tanyanya. Aku pun menatap matanya lalu berdiri sambil berkata, “no time for you.” Aku pun berjalan menjauh dengan memasukkan kedua tanganku ke dalam saku samping celanaku. Aku tersenyum saat pikirannya terbaca olehku. “Keren !!”, itu pikirnya...
Back to top Go down
View user profile
sai
designing
designing
avatar

warning bar :
Jumlah posting : 895
Reputation : 2
Join date : 2010-12-27
Age : 18
Lokasi : i dont know

PostSubject: Re: SEPENGGAL NOVELKU 4 TAHUN LALU (jadi maklum kalo jelek, nggak niat direvisi)   Fri Nov 25, 2011 10:17 pm

males baca tapi


SIPPPPP DEHH KEREN

______________________________
Back to top Go down
View user profile http://beyourself.forumjonction.com/forum
ryuma
member
member
avatar

Jumlah posting : 108
Reputation : 3
Join date : 2011-11-25
Age : 25
Lokasi : dunia bertahta kata

PostSubject: Re: SEPENGGAL NOVELKU 4 TAHUN LALU (jadi maklum kalo jelek, nggak niat direvisi)   Sat Nov 26, 2011 6:10 am

males baca tapi keren?? heh..
*bingung
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: SEPENGGAL NOVELKU 4 TAHUN LALU (jadi maklum kalo jelek, nggak niat direvisi)   

Back to top Go down
 
SEPENGGAL NOVELKU 4 TAHUN LALU (jadi maklum kalo jelek, nggak niat direvisi)
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» [PLAN] BUKBER @ BAMBOO DIMSUM TEBET
» Mic Test (Sama Nanya cara jadi Utaite)
» [DONE] HADIAH AKHIR TAHUN VOCAPOST
» Iseng nge cover
» [DONE] Pre-event CLAS:H @Skenoo Hall, Gandaria City Mall

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Be Yourself :: Multimedia :: entertainment :: story-
Jump to:  
Social Media Buttons